Kamis, 26 Februari 2015

Review film tenggelamnya Kapal Van Der Wijck tugas bahasa Indonesia


CINTA DUA ADAT


    Baru-baru ini sangat ramai diperbincangkan tentang film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” yang sangat diminati oleh para remaja. Film ini juga diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Buya Hamka,dan bergenre romantis, dalam film ini menceritakan dua kebudayaan yg berbeda. Yaitu budaya Minang dan budaya Bugis yang berujung kepada kematian.
    Film ini menceritakan keadaan masyarakat Minang pada era tersebut, film ini juga menjadi film termahal yang pernah diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Proses produksinya juga menghabiskan waktu lima tahun, penulisan skenarionya dilakukan selama dua tahun dan dirilis pada Desember 2013. Film ini dibintangi oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, Reza Rahardian, Randy Danistha. Menurut sutradara, elemen yang tersulit dalam film ini adalah menemukan kapal yang mirip dengan kapal aslinya pada tahun 1930-an dan akhirnya memesan kapal dari Belanda.
    Berlatar tahun 1930-an, dari tanah kelahirannya Makasar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju kampung halaman ayahnya di daerah Batipuh. Disana ia bermaksud untuk mendalami ilmu agama Islam, lalu tanpa disengaja ketika sedang belajar agama Zainuddin bertemu dengan seorang wanita nan jelita yang juga yatim piatu yaitu Hayati (Pevita Pearce). Mereka berdua saling jatuh cinta, dan saling surat menyurat. Tidak seperti film bergenre romatis lainnya, film ini menggambarkan dimana mereka berkomunikasi seperti keadaan era nya.
    Film ini juga menggambarkan tentang para pemuka agama yang masih kental dengan adat Minang, sehingga Zainuddin pun diusir dari Batipuh karena menurut mereka Zainuddin bukan asli keturunan Minang dan pindah ke Padang Panjang. Disana ia bertemu saudara jauhnya bernama bang Muluk yang ternyata selalu mendukungnya. Selanjutnya dalam film tersebut kita bisa melihat ditolaknya Zainuddin saat berkumpulnya para pemuka agama  untuk memusyawarahkan lamaran. Mereka malah menerima lamaran Azis (Reza Rahardian)  seorang anak orang kaya asli Minang yang juga kakak dari Khadijah, teman dekat Hayati.
    Dalam film ini mengajarkan kita untuk ikhlas dan terus berusaha kerja keras agar bisa menjadi orang yang berguna sama seperti yang Zainuddin lakukan, setelah lamarannya ditolak ia pun pergi ke Jawa untuk mengadu nasibnya dan akhirnya berhasil. Ia sukses dengan menjadi penulis terkenal dan bertemu dengan Hayati dan Azis dalam sebuah pertunjukan opera.
    Lebih jauh lagi, setelah mereka bertemu ternyata banyak peristiwa yang siap membuat penonton menjadi penasaran. Mulai dari Azis yang ditemukan bunuh diri di kamar hotelnya, dan sampai Hayati yang akhirnya pulang ke kampung halamannya. Ternyata akhir dari cerita ini agak sedikit berbeda dengan novelnya, film ini juga diharapkan untuk membangkitkan semangat pemuda agar bisa meraih kesuksesan atas hasil kerja keras sama seperti Zainuddin.
    Sayangnya, dalam film tersebut penggambaran adat Minang hanya diperlihatkan dalam beberapa bagian adegan saja, dan juga ada beberapa adegan yang seharusnya belum ada pada era tersebut. Film ini juga dibantu oleh pemeran bang Muluk yang ternyata bisa mencairkan beberapa ketegangan dari setiap adegan film tersebut. Para pemain juga sangat totalitas dalam memainkan peran, sehingga terlihat seperti aslinya.
    Dari penjelasan diatas, film ini banyak memberikan motivasi hidup yang sangat berkesan dan juga memberikan pesan atau nilai moral dari setiap adegan yaitu film ini yang mengajarkan kita untuk tetap berusaha dan berdoa dalam setiap ujian hidup yang kita lewati. Kita juga harus bisa sabar dalam  melewati semua kesusahan hidup dan jangan pernah mengeluh.

4 komentar:

  1. Menurut saya sinopsis tersebut sudah bagus, karna pembaca dapat memahami dan mengerti apa yg disampaikan di sinopsis tersebut. Dengan sinopsis ini pembaca jadi lebih tau apa isi dari "tenggelamnya kapal van der wijck"

    BalasHapus
  2. menurut saya, sinopsis tersebut sudah cukup menggambarkan secara singkat film tenggelamnya kapal van der wijck dan ada pesan yang disampaikan oleh penulis bahwa dalam menjalani hidup harus sabar, ikhlas, kerja keras, dan tidak berputus asa untuk mencapai impian dimasa depan dengan mengambil makna yang tersirat dari film tersebut......

    BalasHapus
  3. Sinopsis yang bagus dan pas, bisa membuat orang tertarik untuk menonton film "Tenggelamnya kapal van der wijck" dan bisa menggambarkan secara singkat apa yang terjadi di film tersebut.

    BalasHapus
  4. Reviewnya lengkap. Terimakasih. Bagaimanapun sebenarnya kisah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck sama halnya dengan kisah cinta yang ditulis oleh penulis lainnya. Namun yang membuatnya menjadi istimewa menurut saya adalah adat minang (khas Indonesia), motivasi dan agama yang masih sangat kental. Dan yang paling saya suka adalah pemilihan kata Melayu baku yang sedap sekali untuk dilafalkan.
    Inspiration, alm. Pak Buya Hamka.

    BalasHapus